FHK SCU dan Bidhumas Polda Jateng Bertukar Perspektif Hadapi Tantangan Informasi Publik

Tantangan mengelola informasi di ruang publik semakin kompleks seiring cepatnya arus informasi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Soegijapranata Catholic University (SCU) melalui Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) berkolaborasi dengan Bidhumas Polda Jawa Tengah dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Peningkatan Kemampuan Mitigasi guna Menetralisir Pemberitaan Negatif dalam rangka Meningkatkan Kepercayaan Publik”, Jumat (4/9/2026).

Bertempat di Gedung Borobudur Polda Jateng, FGD tersebut menghadirkan Samantha Elisabeth Claudia Luhukay, M.I.Kom., CPS., Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FHK SCU, sebagai salah satu narasumber. Keterlibatan SCU menjadi ruang pertukaran perspektif antara keilmuan komunikasi dan praktik pengelolaan informasi publik yang dihadapi institusi.

Mempertemukan Perspektif Akademik dan Praktik Komunikasi Publik

Dalam forum tersebut, Samantha membawakan materi bertajuk “RESPOND, DON’T JUST REACT: Mitigasi Kepercayaan Publik di Tengah Badai Informasi”. Materi ini membahas pentingnya membangun respons komunikasi yang tepat ketika institusi menghadapi isu dan pemberitaan yang berkembang di ruang publik.

Samantha menekankan bahwa institusi tidak selalu dapat mengendalikan narasi yang berkembang di ruang publik, tetapi dapat mengendalikan cara meresponsnya. Karena itu, respons perlu diawali dengan memahami situasi, memilah tingkat risiko isu, serta menyelaraskan fakta dan pesan internal sebelum disampaikan kepada publik.

Dalam menghadapi derasnya arus informasi, kecepatan respons juga perlu diimbangi ketepatan. Verifikasi informasi, penanganan hoaks, penyusunan klarifikasi, serta komunikasi yang humanis menjadi bagian dari pembahasan untuk membantu institusi merespons pertanyaan publik dan tekanan media secara lebih tepat.

Kolaborasi SCU dan Bidhumas Polda Jateng Perluas Dampak Keilmuan

Keterlibatan FHK SCU dalam FGD tersebut memperlihatkan bagaimana pengetahuan komunikasi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan komunikasi publik. Pertemuan ini sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara FHK SCU, Bidhumas Polda Jateng, dan media dalam memahami tantangan informasi di era digital yang rentan terhadap misinformasi.

Perspektif yang dibagikan dosen FHK SCU dapat menjadi bagian dari diskusi bersama institusi eksternal dalam memahami dan menghadapi dinamika komunikasi publik yang berkembang di masyarakat. Kolaborasi ini juga memperkuat peran FHK SCU dalam mengembangkan keilmuan komunikasi sekaligus menghadirkan manfaatnya melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Melalui keterlibatan tenaga pengajar dalam aktivitas edukasi dan aksi nyata, SCU terus membuka ruang agar pengetahuan akademik dapat berkontribusi pada kebutuhan masyarakat dan institusi di tengah perubahan lanskap informasi.

Picture of Humas

Humas