
Soegijapranata Catholic University (SCU) melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (HMPSIK) kembali menyelenggarakan Communication Festival 2026. Rangkaian kegiatan meliputi seminar dan kompetisi komunikasi bagi pelajar dan mahasiswa sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan sekaligus memahami kebebasan berekspresi dalam isu Hak Asasi Manusia (HAM).
Mengangkat tema “Freedom of Speech and Expression in Human Rights Action”, kompetisi dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026 di Gedung Thomas Aquinas dan Gedung Albertus, Kampus 1 SCU Bendan.
Bekali Peserta lewat Seminar Kebebasan Berekspresi
Rangkaian Communication Festival diawali dengan seminar yang diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi SCU dan seluruh peserta kompetisi. Seminar menghadirkan Sukiratnasari, S.H., M.H., Advokat di S&Co Law Firm, serta Benediktus Danang Setianto, S.H. LL.M., MIL., Ph.D., Dosen Ilmu hukum FHK SCU sebagai narasumber.
Sukiratnasari membahas kebebasan berpendapat dan berekspresi sebagai hak dasar warga negara, sedangkan Benediktus mengulas keterkaitannya dengan hak atas informasi serta tantangan di ruang digital. Pembahasan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberi kesempatan peserta berdiskusi langsung bersama kedua narasumber.
Melalui seminar ini, peserta memperoleh pembekalan untuk melihat kebebasan berekspresi tidak hanya sebagai hak, tetapi juga sebagai bagian dari komunikasi yang perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Materi tersebut menjadi pengantar sebelum peserta mengaplikasikan kemampuan komunikasinya dalam rangkaian kompetisi CommFest 2026.
Asah Kreativitas melalui Kompetisi Komunikasi
Setelah seminar, peserta mengikuti empat kategori kompetisi yaitu News Anchor dan Social Campaign Pitching untuk pelajar, sedangkan Short Movie dan Communication Scenario untuk mahasiswa.
Kompetisi berlangsung di dua lokasi, Short Movie berlangsung di Teater Gedung Thomas Aquinas, sementara News Anchor, Social Campaign Pitching, dan Communication Scenario dilaksanakan di ruang kelas Gedung Albertus. Kompetisi diikuti pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Jawa Tengah dan DIY.
Melalui masing-masing kategori, peserta menunjukkan kreativitas dan kemampuan komunikasi dalam menyampaikan gagasan melalui karya maupun penampilan. Rangkaian kompetisi kemudian ditutup melalui sesi awarding dan penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Melalui Communication Festival 2026, HMPSIK mendorong peserta mengasah kepercayaan diri dan kompetensi komunikasi melalui berbagai karya, sekaligus memahami pentingnya menyuarakan pendapat dalam merespons isu keadilan dan hak asasi manusia.









