Quo Vadis Negara Indonesia?Mengkomunikasikan Keadilan dan Kemanusiaan

Cover Depan_001

Quo vadis atau kemana engkau akan pergi kerap mengawali pertanyaan ilmiah atau populer. Adalah Petrus yang mungkin pertama kali mengajukan kalimat tanya itu. Di gerbang kota Roma, Petrus―yang hendak melarikan diri dari penyaliban―berpapasan dengan Yesus. Mendadak Petrus bertanya kepada Yesus: “Quo vadis Domine?” (Kemana engkau akan pergi Tuhan?). Yesus pun menjawab akan ke Roma untuk disalibkan lagi. Mendengar itu, Petrus pun tersipu dan balik ke Roma untuk disalibkan.

Begitulah, quo vadis bukan merupakan pertanyaan biasa. Ia adalah pertanyaan eksistensial yang menggugat status diri atau lembaga. Begitu juga dengan pertanyaan Quo Vadis Negara Indonesia? yang merupakan judul buku ini. Pertanyaan ini menggugat seberapa jauh dan bagaimana negara Indonesia telah mengkomunikasikan atau mewujudkan keadilan dan kemanusiaan. Pertanyaan ini yang melatarbelakangi ke-9 artikel yang ditulis oleh para dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi, Universitas Katolik Soegijapranata, di buku ini.

Quo Vadis Negara Indonesia?Mengkomunikasikan Keadilan dan Kemanusiaan

Penulis :

Emilia Metta Karunia Wijaya, Yoshua Putra Dinata Naiborhu, Andreas Pandiangan, Fidalis Aggionamento Saintio, Benny D. Setianto, Rika Saraswati, Paulus A. Edvra, Bernadeta Lenny Setyowati, Donny Danardono

Editor : Donny Danardono, Benny D. Setianto, B. Lenny Setiowati, Fidalis Aggionamento Saintio, Elizabeth Florence Warikar, R.B.J.E. Theo A. Negoro

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp

Baca Buku Lainnya