MWTA 2.0 Hadirkan Alumni Psikologi Klinis, Bahas Fenomena Self-Diagnosis di Kalangan Gen Z

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi (BEMF-Psi) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan kegiatan Meet With The Alumni (MWTA) 2.0: Sharing Experience & Grow With Psychology pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Gedung Antonius, Kampus 1 SCU Bendan. Kegiatan ini menghadirkan alumni Fakultas Psikologi (FPsi) SCU, Benedicta Audrey Putri Trisnadewi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber yang membagikan pengalaman profesional sekaligus memberikan wawasan mengenai penerapan ilmu psikologi di dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami lebih dalam perkembangan isu kesehatan mental yang semakin banyak diperbincangkan di era digital. Kehadiran alumni menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran nyata mengenai profesi psikolog, tantangan yang dihadapi dalam praktik profesional, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak masa perkuliahan.

Pada MWTA 2.0, pembahasan difokuskan pada bidang Psikologi Klinis dengan mengangkat fenomena self-diagnosis yang kian marak di kalangan Generasi Z. Dalam pemaparannya, Benedicta Audrey menjelaskan berbagai faktor yang mendorong seseorang melakukan self-diagnosis, mulai dari kemudahan akses informasi kesehatan mental melalui media sosial, meningkatnya kesadaran terhadap isu kesehatan mental, hingga pengaruh tren digital dan lingkungan sosial.

“Informasi mengenai kesehatan mental yang tersedia di internet dapat menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi diri sendiri. Namun, informasi tersebut tidak dapat menggantikan proses asesmen dan diagnosis yang dilakukan oleh psikolog atau tenaga kesehatan mental yang memiliki kompetensi,” jelas Benedicta Audrey.

Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara upaya mengenali kondisi diri dengan proses diagnosis profesional. Menurutnya, pemahaman yang kurang tepat terhadap informasi kesehatan mental dapat menimbulkan risiko kesalahan interpretasi yang berpengaruh terhadap cara seseorang memandang dirinya sendiri. Di sisi lain, peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental juga dapat menjadi dampak positif apabila diikuti dengan pencarian bantuan profesional yang tepat.

Selain membahas fenomena self-diagnosis, Benedicta Audrey turut membagikan pengalaman mengenai peran psikolog klinis dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan mental serta pentingnya pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan dalam memahami kondisi psikologis individu. Sesi diskusi yang berlangsung interaktif memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan secara langsung terkait fenomena kesehatan mental yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui MWTA 2.0, BEMF-Psi SCU berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dunia profesional psikologi sekaligus memahami pentingnya sikap kritis dalam menyikapi informasi kesehatan mental yang beredar di ruang digital. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara alumni dan mahasiswa dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik maupun profesional di bidang psikologi.

Picture of Humas

Humas