International Undergraduate Program (IUP) Soegijapranata Catholic University (SCU) membuka peluang mahasiswanya untuk menempuh studi luar negeri di National Taichung University of Science and Technology (NTCUST) Taiwan. Hal ini disampaikan Sekretaris Direktur IUP SCU, Kristina Yuliani, SS, MA selepas kunjungannya ke kampus tersebut pada 26 Februari 2026 lalu.
Dalam kunjungannya bersama Direktur IUP SCU, Peter Ardhianto, SSn, MSn, PhD, Yuliani menjelaskan NTCUST menawarkan degree program yang memungkinkan baik mahasiswa maupun dosen SCU mampu menempuh studi di sana.
Adapun degree program yang dibuka antara lain di School of Design, College of Information and Logistics, dan Business School untuk program S1 hingga S3. “Bentuknya apakah akan double degree atau fast-track masih dalam tahap diskusi, termasuk skemanya yang bisa 3+1 atau 2+2 untuk double degree dan 3+1+1 atau 2+2+1 untuk fast-track,” jelas Yuliani. Ia menambahkan bahwa peluang ini dapat dimanfaatkan baik mahasiswa maupun dosen dengan latar belakang keilmuan di bidang teknologi, bisnis, maupun desain yang menjadi fokus pengembangan di NTCUST
Selain degree program, diskusi Peter dan Yuliani bersama perguruan tinggi Taiwan tersebut juga mengarah pada pertukaran dosen untuk mendukung pengajaran maupun riset bersama. “Sangat memungkinkan, apalagi kalau ada program hibah atau funding yang melibatkan kedua negara (Indonesia dan Taiwan),” lanjut Peter. Ada pula penyelenggaraan kompetisi desain internasional serta program magang yang ditawarkan untuk mahasiswa SCU.
Yuliani mengatakan bahwa program magang ditawarkan melalui skema Taiwan Experience Education Program (TEEP), magang berbayar inisiatif Pemerintah Taiwan yang dibuka khusus untuk mahasiswa asing. Bersamaan dengan magang, mahasiswa mahasiswa juga berkesempatan mengikuti pelatihan budaya di Taiwan. “Pemerintah Taiwan membuka program ini setiap tahun untuk para dosen di berbagai perguruan tinggi di Taiwan yang memiliki project. Beberapa dosen NTCUST menerimanya dan mulai menawarkan project mereka ke mahasiswa kami,” tambah Yuliani.
Menurut Peter, adanya program ini membuka peluang bagi mahasiswanya untuk memperoleh pengalaman studi sekaligus berkarier di luar negeri. Hal ini pun sejalan dengan komitmennya untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional bagi mahasiswa IUP SCU, mengingat mereka didorong memiliki pengalaman belajar di perguruan tinggi luar negeri selama masa studinya. “Komitmen kami adalah membuka sebanyak mungkin opsi bagi mahasiswa IUP SCU. Jadi mereka punya banyak pilihan kampus, sesuai fokus studi dan rencana karier masa depan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selain Taiwan, IUP SCU juga telah menjalin jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di negara lain seperti Singapura, Inggris, Thailand, serta beberapa negara lainnya. “Itu bagian dari fasilitas yang kami siapkan, sehingga mahasiswa tetap merdeka dalam menentukan arah studinya,” katanya.









