
Fakultas Kedokteran (FK) Soegijapranata Catholic University (SCU) menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, Provinsi Papua Barat pada Rabu, 7 Januari 2026 di Gedung Fransiskus Assisi, Kampus 2 SCU BSB. Pemkab Fakfak diwakili Stafsus Bupati Fakfak Bidang Pengetahuan, Pengembangan Teknologi, dan Pengembangan SDM, Marselus Rahamitu, S.Pt., M.Pd dan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Fakfak, dr. Maulana Karjadi Patiran, M.Kes. Mereka disambut Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T, M.Comp.IT, Ph.D, Dekan FK SCU, dr. Edward Hartono, MARS, Wakil Dekan Bidang Inovasi, Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FK SCU, Perigrinus H. Sebong, MPH, beserta jajaran dosen FK SCU.
Kunjungan tersebut membahas kerja sama antar kedua institusi yang akan berlangsung pada 2026-2030. Adapun program prioritas direncanakan akan berjalan pada awal tahun ini, yaitu riset implementasi sistem kesehatan daerah, disusul program afirmasi pendidikan kedokteran bagi calon mahasiswa di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), serta pendampingan akreditasi dan kredensialing fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurut keterangan dr. Maulana, urgensi kerja sama dilatarbelakangi tantangan keterbatasan SDM kesehatan, termasuk tenaga medis (named) dan tenaga kesehatan (nakes), berikut distribusinya yang belum merata di daerah, serta kompleksitas pelayanan kesehatan di wilayahnya. “Kami berharap kerja sama ini dapat membantu daerah dalam merancang kebijakan kesehatan yang terbukti secara ilmiah relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan,” tandasnya.
Di sisi lain, Perigrinus menjelaskan pihaknya menemukan peluang, di antaranya desentralisasi, transformasi digital, hingga akses terhadap teknologi diagnostik dan terapi yang semakin berkembang. Pihaknya pun akan fokus pada penguatan sistem kesehatan daerah melalui riset implementasi dan akses pendidikan kedokteran yang setara selama lima tahun ke depan.

“Kami ingin memastikan riset yang dilakukan benar-benar membantu pemerintah daerah dalam merancang kebijakan kesehatan yang efektif. Di saat yang sama, kami juga membuka akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri daerah melalui program afirmasi,” terangnya.
Riset menurut keterangannya akan diarahkan pada evaluasi dan implementasi kebijakan sebagai dasar penguatan sistem kesehatan daerah dalam jangka menengah. Tahap selanjutnya yaitu mencakup riset penyakit prioritas daerah, pendampingan fasilitas kesehatan, serta pertukaran pembelajaran.
Sejalan dengan itu, dr. Edward menambahkan bahwa fakultas telah mendorong mahasiswa untuk mengabdikan diri di DTPK. Pihaknya telah mengarahkan lulusan untuk mengikuti program magang profesi dokter di DTPK, khususnya Kabupaten Fakfak. “Sejak awal kami sudah mengarah ke wilayah-wilayah DTPK. Program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami lakukan pun sangat kontekstual menyesuaikan sensitivitas budaya dan realitas layanan di daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Robertus menegaskan bahwa kerja sama ini akan berlanjut pada pendidikan dan pendampingan berkelanjutan di daerah. “FK SCU mencetak kelulusan 100% pada UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) selama tiga periode berturut-turut. Ini jadi bukti keseriusan kami dalam menyiapkan SDM kesehatan yang kompeten,” tambahnya.