SCU jadi Acuan USD dalam Program Kewirausahaan bagi Mahasiswa

SCU jadi Acuan USD dalam Program Kewirausahaan bagi Mahasiswa

Lab. Kewirausahaan (KWU), Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Pusat Pengembangan Mata Kuliah Pengembang Kepribadian (PPMPK), Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Soegijapranata Catholic University (SCU) menerima kunjungan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Mereka disambut di Gedung Justinus, Kampus 1 SCU Bendan pada Selasa, 16 Desember 2025.

Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan studi banding terkait pengembangan sekaligus pengelolaan program kewirausahaan, khususnya melalui kurikulum pembelajaran. Adapun tujuannya guna memperkuat pendidikan kewirausahaan di lingkungan kampus.

Dalam pertemuan tersebut, kedua perguruan tinggi saling berbagi dan bertukar pengalaman dalam mengelola pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa, berikut strategi pengembangan serta implementasinya dalam kurikulum pembelajaran.

Kepala Lab. KWU SCU, Dr. Chatarina Yekti Prawihatmi, S.E., M.Si., menjelaskan, “mereka (USD) ingin mengembangkan pendidikan kewirausahaan di semua fakultas, tapi yang berlandaskan pada prinsip kepedulian terhadap lingkungan dan kaum marjinal. Mereka datang untuk ke SCU untuk melihat pengembangannya seperti apa.”

Lebih lanjut, Dr. Yekti menambahkan bahwa pihaknya menunjukkan model pembelajaran kewirausahaan yang dijalankan secara kolaboratif melalui Lab. Kewirausahaan, khususnya melalui kerja sama dengan UMKM dampingan kampus. “Pendidikan kewirausahaan di SCU sangat kolaboratif, terutama dengan UMKM. Mahasiswa dan dosen membantu UMKM memasarkan produk, dari situ mahasiswa belajar langsung praktik kewirausahaan,” jelasnya.

Dr. Yekti pn menilai pengembangan pendidikan kewirausahaan perlu proses yang komprehensif, mulai dari pembentukan pola pikir hingga menciptakan serta memasarkan produk. “Pengembangannya lengkap, dari mindset entrepreneur, ide bisnis kreatif, business plan, prototype, sampai eksekusi penjualan” katanya.

Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa nilai etika menjadi fondasi utama dalam pembelajaran kewirausahaan di SCU. “Mahasiswa selalu ditanamkan bahwa wirausaha itu harus etis, jujur, transparan, patuh regulasi, peka terhadap masyarakat dan lingkungan. Profit itu penting, tapi margin harus wajar dengan produknya harus berkualitas,” tuturnya.

Diharapkan, hasil diskusi dan pertukaran gagasan dapat mendukung implementasi pendidikan kewirausahaan yang berkelanjutan di kedua perguruan tinggi.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp