Unika Selenggarakan Kick Off Meeting FGD Program Pengembangan Desa Wisata

Salah satu aktor penting dalam Dunia Usaha Dan lndustri (DUDI) kepariwisataan adalah Desa Wisata. Desa wisata adalah wisata kawasan pedesaan dengan konsep suasana yang menyajikan keaslian pedesaan. Potensi pengembangan desa wisata sangat besar dan luas, yang meliputi atraksi, akomodasi, makanan minuman (kuliner), serta kebutuhan wisata lainnya.

Dan masih dalam rangka pengembangan desa wisata, maka pada hari Selasa (14/10) Unika Soegijapranata telah menyelenggarakan acara Kick Off Meeting Focus Group Discussion Program “Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Promosi Desa Wisata sebagai Aset Pariwisata Nasional”.

Acara tersebut yang diselenggarakan di Hotel Aston Inn dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Sandjojo Dr  Ir  Paulus Wiryono Priyatamtama SJ, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Publikasi Unika Soegijapranata Robertus Setiawan Aji Nugroho ST M Comm IT PhD, Ketua Tim Program Startup NUSA Dr Rr MI Retno Susilorini ST MT, para moderator dan pemateri serta undangan dari perwakilan  AKSI ( Asosiasi Kluster Indonesia), perwakilan Bappeda Prov Jateng, perwakilan Disporapar Prov Jateng, dan perwakilan sembilan desa wisata.

Dalam pesan sambutannya Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Publikasi Unika Robertus Setiawan Aji Nugroho ST M Comm IT PhD mengharap perguruan tinggi dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

“Dalam sesi kunjungan Rektor Unika ke Bapak Ganjar Pronowo selaku Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu lalu, Pak Ganjar mengingatkan agar Perguruan tinggi tidak menjadi menara gading. Riset-risetnya atau penelitiannya jangan hanya ada di publikasi jurnal dan buku saja, tetapi harus bisa sampai ke desa,” ungkap Robertus Setiawan Aji PhD.

Dan hari ini, kita bersyukur bahwa program yang digagas oleh tim Dr Rr MI Retno Susilorini, berhasil membawa apa yang dihasilkan di Universitas langsung ke desa. Maka acara ini sungguh bermakna bagi Unika Soegijapranata dan kesejahteraan masyarakat desa pada umumnya, tambahnya.

Sedang acara Kick Off Meeting FGD Program pengembangan Startup NUSA dibuka secara simbolis oleh Ketua Yayasan Sandjojo Dr  Ir  Paulus Wiryono Priyatamtama SJ, dan dilanjutkan acara pemaparan materi yang diawali oleh Ketua Program Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Pomosi Desa Wisata, Dr Rr MI Retno Susilorini.

“Unika Soegijapranata yang memiliki PIP (Pola Ilmiah Pokok) “Eko-Pemukiman” (Eco-Settlement) memandang pentingnya kerjasama ‘Triple-Helix‘ antara Perguruan Tinggi-DUDI­ Pemerintah untuk dapat mendorong keberlanjutan Desa Wisata melalui Program  “Pengembangan Startup NUSA untuk Peningkatan Kapasitas dan Pomosi Desa Wisata sebagai Aset Pariwisata Nasional” yang didukung oleh pendanaan Matching Fund 2021,” terang Dr Rr MI Retno Susilorini.

Pengembangan Startup NUSA dalam program ini diharapkan menjadi nilai penting yang spesial dan unik untuk mendukung Desa Wisata berkelanjutan, karena memiliki fitur-fitur yang ramah lingkungan dan responsive-gender.

Proses pengembangan Startup NUSA dalam program ini menjadi satu rangkaian dengan scale-up, komersialisasi, dan ekspansi, sehingga pengembangan   bisnis dan komersialisasi dari Startup NUSA melalui Startup NUSA Company yang direncanakan akan menjadi salah satu upaya menjamin keberlanjutan pasca program, lanjutnya.

Startup NUSA merupakan sebuah aplikasi yang menjembatani Desa Wisata dengan masyarakat umum. Aplikasi ini menjadi salah satu media promosi bagi Desa Wisata, sekaligus memberikan fasilitas akses bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi. Aplikasi NUSA memiliki berbagai fitur utama yaitu: (1) NUSA map, (2) NUSA store, (3) NUSA stay, (4) NUSA care, (5) NUSA information, (6) NUSA Mitigation, (7) NUSA eco­ edu, dan (8) NUSA e-clinic. Sistem akan dikembangkan  ke dalam dua platform, berbasis mobile (gawai) dan berbasis web.

“Adapun sembilan desa wisata dimaksud adalah meliputi (1) Desa Wisata Kandri, Kota Semarang, (2) Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang, (3) Desa Wisata Pentingsari, Kabupaten Sleman, (4) Desa Wisata Candirejo, Kabupaten Magelang, (5) Desa Wisata Hijau Jari Solah Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah, (6) Desa Wisata Karangrejo, Kabupaten Magelang, (7) Desa Wisata Samiran, Kabupaten Boyolali, (8) Desa Wisata Batulayang, Kabupaten Bogor, dan (9) Desa Wisata Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara,” tandas Dr Rr MI Retno Susilorini. (FAS)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp
Kategori

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp

More Posts

Send Us A Message