Unika Bekerja Sama dengan APTIK Selenggarakan Academic Recharging

Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) pada Kamis (25/11) telah menyelenggarakan acara Webinar dan Workshop Academic Recharging dengan topik “Contextual Learning in Andragogy”, yang diikuti oleh sekitar 228 peserta perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi yang tergabung dalam APTIK.

Dalam pesan sambutannya, Rektor Unika Soegijapranata sekaligus Koordinator Jaringan Pembelajaran APTIK, Dr Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan  Academic Recharging.

Acara Academic Recharging  yang diselenggarakan hari ini, merupakan kesempatan belajar kembali bagi para pendidik di lingkungan APTIK walau para pendidik sudah ada cukup lama mengajar dan memiliki pengalaman di dalamnya,” papar Dr Ferdinand.

Tetapi meski demikian ternyata kita tetap memerlukan penyegaran kembali sebagai pendidik. Dan hal tersebut muncul dalam tanya jawab ketika para peserta ketika ditanya tentang motivasi mengikuti kegiatan webinar dan workshop Academic Recharging.

Dan dalam penjelasannya, Dr Ferdinand menegaskan bahwa dalam prinsip andragogy, seseorang yang dewasa harus mengetahui alasan mengapa dia harus belajar. Sehingga dengan demikian jika para mahasiswa sudah memahami alasan kenapa dia harus belajar maka akan menimbulkan motivasi, lanjutnya.

Sedang terkait tema tentang Contextual Learning, maka kita para pendidik akan mempelajari bagaimana belajar dalam konteks mahasiswa dan bukan sebagai pendidik. Sehingga dengan demikian harapannya setelah kita mengikuti acara Academic Recharging ini, kita akan mendapatkan roh baru meski pembelajarannya mungkin masih dilakukan secara online, tandas Dr Ferdinand.

Adapun narasumber yang memaparkan materinya dalam kegiatan Academic Recharging ini adalah Prof Dr Anita Lie MA EdD dan Dr Titik Kristiyani MPSi, yang tentunya banyak membahas tentang Andragogy maupun Contextual Learning.

“Dunia yang mengalami perubahan, berdampak pula pada proses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Artinya  belajar itu harus sepanjang hayat, dan bukan hanya di dalam kelas tetapi  juga di luar kelas, serta dalam situasi yang riil juga,” ucap Prof Anita Lie.

Selain itu relevansinya juga masih berkaitan dengan program MBKM atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang  didalamnya mewajibkan belajar di luar kampus selama dua semester dan satu semester di luar prodi. Maka sudah tepat sekali jika Academic Recharging ini memilih tajuk Andragogy.

Terlebih sebagai seorang pendidik, esensinya adalah  kita mengalami proses penemuan diri sebagai seorang pendidik melalui diri kita dan disiplin yang kita ajarkan, sehingga akhirnya kita bisa menemukan diri kita dan juga menemukan siapa anak didik kita atau para pembelajar kita, serta akan menemukan pula bidang studi kita, lanjutnya.

Dan apabila semua itu kita satukan dan masuk dari sisi spiritualitasnya, maka kita akan menemukan Tuhan dalam profesi kita, tandasnya.

Sedang Dr Titik Kristiyani, mengulas tentang Contextual Teaching and Learning dalam pembelajaran di perguruan tinggi. “Contextual Teaching and Learning bertindak dengan cara yang alami atau sudah in line sesuai dengan kodrat manusia, sesuai dengan perkembangan kognitifnya,” terangnya.

Jadi ada saling keterkaitan (interdependensi) antara pembelajar dengan pembelajar yang lain, pembelajar dengan pengajar, pembelajar dengan lingkungan. Serta ada pula diferensiasi atau mencari sesuatu yang membedakan antara satu dengan yang lain, serta regulasi diri, pungkasnya. (FAS)

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp
Kategori

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp

More Posts

Send Us A Message