PSU Unika Adakan Kolokium Metodologi Ilmu Secara Online

Kolokium PSU Unika Soegijapranata secara online

Pada tahun 2020-2021, Pusat Studi Urban (PSU) Unika Soegijapranata mengadakan workshop penulisan karya ilmiah yang memunculkan naskah publikasi “Membangun Kota Inklusif, sebuah Antologi”. Workhop penulisan karya ilmiah ini merupakan kerjasama antara PSU Unika Soegijapranata dan Indonesia Peace Network, yang kemudian  menjadi latar belakang dari proses kolokium “Metodologi ilmu-ilmu dalam memotret perubahan sosial kontemporer” yang diselenggarakan selama dua hari, demikian dijelaskan oleh Ketua PSU Unika Soegijapranata Dr Y  Trihoni Nalesti Dewi SH MHum pada Rabu (14/7).
Masyarakat dan perubahannya adalah sesuatu yang dinamis. Pada saat merancang kegiatan ini, kami meyakini bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara penelitian, ilmu dan kebenaran. Penelitian akan menghasilkan ilmu, dan ilmu akan menghasilkan kebenaran. Antara penelitian dan ilmu adalah sama-sama proses dan hasilnya adalah kebenaran. Sehingga dapat dipahami bahwa pangkal kebenaran adalah penelitian, lanjutnya.
“Forum ini selain memperkaya wawasan peneliti maupun observer yang hadir, juga merupakan pengujian terhadap penelitian yang sudah dilakukan, apakah sudah cukup dilakukan secara sistematis, dilakukan secara terkendali, konsep yang tercakup dalam penelitian apakah terhubung secara operasional dalam dunia nyata, apakah mengandung sifat kritis dengan tolok ukur (kriteria) yang dipakai untuk menentukan sesuatu dapat diterima, misalnya tolok ukur dalam menentukan hipotesis, besarnya sampel, memilih metode pengumpulan data, memilih alat analisis, dan sebagainya,” terang Dr Trihoni.
Forum ini menyajikan 12 paper, yang dibagi dalam 4 sesi selama dua hari, tanggal 13-14 Juli 2021. Salah satunya yang dipaparkan oleh Drs Andreas Pandiangan Msi yang mempresentasikan hasil penelitiannya bersama dua peneliti lainnya yaitu Adrianus Bintang Hanto N SE MA dan Andreas Ryan Sanjaya SIKom MA.
Dalam paparan materi tentang “Moderasi Beragama Umat Kristiani Melalui Media Sosial (Riset pada tiga wilayah Semarang Raya, Solo Raya dan DIY)”, Andreas Pandiangan mencoba menjelaskan apa itu moderasi beragama dan kaitannya dengan media sosial yang dalam penelitiannya fokus pada media sosial kelompok whatsapp (WA) umat Kristiani.
“Kami mencoba menggunakan indikator penelitian ini berdasarkan indikator yang disampaikan oleh Kementerian Agama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal,” katanya.
Dan sebenarnya moderasi beragama adalah menyangkut semua agama termasuk didalamnya adalah dari Kristiani (Kristen dan Katolik),  karena moderasi beragama dipahami sebagai cara pandang, sikap dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama.
Selain itu, dalam kehidupan kita sehari-hari atau dalam realitas sosial bahkan keagamaan, sebagian besar dibawa ke dalam ruang-ruang media sosial, oleh karena itu dalam penelitian kami mencoba melihat hal ini. Namun karena begitu banyaknya media sosial maka dalam penelitian ini kami hanya memfokuskan pada kelompok-kelompok WA berbasis gereja atau jemaat, paparnya.
“Dalam simpulan penelitian kami, dinamika dan diskusi isu-isu moderasi beragama dalam kelompok WA komunitas Kristiani berbasis gereja atau jemaat di tiga wilayah penelitian berbeda satu dengan yang lain. Perbedaan itu karena dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu suasana kondisi budaya, ekonomi dan politik setempat, termasuk relasi jaringan di masing-masing komunitas internal Kristiani dengan komunitas umat non Kristiani atau masyarakat, dan pengelolaan dinamika maupun diskusi di dalam kelompok WA,” urai Andreas Pandiangan.
Maka perlu ditingkatkan pemahaman akan moderasi beragama khususnya di kelompok-kelompok WA, karena biasanya yang menonjol dalam tema materi adalah menyangkut informasi kehidupan sosial kemasyarakatan. Dan admin pengelola diharapkan tidak hanya menjadi ‘penjaga’ atau’pengatur lalu lintas’ saja tapi juga memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk memproduksi materi untuk kelompok WA yang menjadi tanggungjawabnya, pungkasnya. (FAS)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp
Kategori

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp

More Posts

Send Us A Message