Siapkan Insinyur Hadapi Bencana Ekologis, FIM PII Gelar Seminar di Unika Soegijapranata

Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Tengah mengadakan Seminar dan Lokakarya bertema ‘Peran Insinyur Muda Terhadap Pembangunan Lingkungan Hijau’ di Gedung Henricus Constant Kampus Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata pada Sabtu (11/6/2022).

Pada seminar tersebut, Ir Bambang Goeritno, MSc, MPA, IPU selaku Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII) membuka seminar.

Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa dari program studi teknik sipil maupun arsitektur dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang.

Selain dihadiri secara luar jaringan (luring), seminar juga bisa disimak secara dalam jaringan (daring) melalui Zoom Meeting.

Adapun pembicara utama pada seminar dan Lokakarya ini ialah Ir Haudhi Ramdayuza, ST, IPM. selaku Ketua Forum Insinyur Muda (FIM) PII Pusat, Dr T Herry Ludiro Wahyono, ST, MT, IPU. selaku Ketua PII Jawa Tengah, dan Ir Widija Suseno Widjaja, MT, IPU dari Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Unika Soegijapranata.

Seminar dimoderatori Prima Dewi Rahmadani, STP, MSc, FIM PII Jawa Tengah.

Duduk sebagai narasumber, Dr Ir Djoko Suwarno, MSi, Dosen Program Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) Unika Soegijapranata dan Dr Ling. Ir Sri Sumiyati, ST, MSi, IPM dosen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro.

“Kami sudah melakukan penelitian limbah kelapa sawit bisa dimanfaatkan untuk biodiesel sehingga biodiesel tidak 100 % bergantung dengan CPO (Crude Palm Oil, red),” ujarnya saat seminar.

Dr. Djoko pun memaparkan sejumlah dampak kerusakan lingkungan di masa depan yang berdampak langsung pada manusia.

Bencana ekologis tersebut antara lain banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, hingga rob yang belum lama ini menimpa Semarang dan daerah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Ir. Andika Pradifan, S.T., IPP., selaku Ketua FIM PII Jawa Tengah menyatakan seminar ini diadakan sebagai bagian dari mempersiapkan calon insinyur di masa depan dalam menyikapi lingkungan.

“Kami ingin ke depannya para insinyur tidak hanya berfokus dengan bangunan fisik, namun juga berperan untuk lingkungan dan keberlangsungan alam,” ungkapnya.

Ia menyadari pembangunan sudah menjadi hal masif di perkotaan dan kerap kali pembangunan dilakukan tanpa mempedulikan lingkungan.

Dampak dari pembangunan yang serampangan tersebut sekarang mulai nampak dengan adanya berbagai bencana yang terjadi di lingkungan dan merugikan manusia.

Senada dengan Ir. Andika, Muhammad Amin Suprayoga, S.Tr.T., sebagai Ketua Panitia Seminar dan Lokakarya FIM PII Jawa Tengah menyatakan kegiatan ini juga untuk mendorong kesadaran calon sarjana teknik maupun insinyur untuk peduli terhadap lingkungan.

“Kami juga memperkenalkan pada para peserta tentang FIM PII yang bisa sebagai wadah untuk berbagi ilmu dan berjejaring,” ujar Amin, S.Tr.T.

Kuncoro, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2020 menyatakan pada kesempatan kali ini ia mendapatkan ilmu baru tentang pemberdayaan limbah.

Sebagai mahasiswa, ia baru tahu semua limbah masih bisa diolah kembali agar lebih berguna sesuai yang disampaikan Dr. Djoko.

“Kalau sekarang masih banyak limbah yang dibuang dan tidak dimanfaatkan, justru merusak lingkungan,” ungkapnya.

Ia pun menjadi termotivasi untuk mengolah limbah agar lingkungan semakin baik untuk dihuni sebagai manusia.

Kegiatan seminar dan lokakarya ini juga untuk memperingati 70 tahun PII dan bagian dari rapat kerja FIM PII Jawa Tengah 2021-2024 yang diselenggarakan di Hotel Grasia Kota Semarang pada Minggu (12/6/2022).

Tak hanya memberikan ilmu dari para ilmu lingkungan dan teknik lingkungan, peserta juga diajak berpartisipasi dalam menjaga lingkungan melalui penanaman 700 bibit mangrove di Pantai Mangunharjo Mangkang Kota Semarang.

#https://jateng.tribunnews.com/2022/06/22/video-siapkan-insinyur-hadapi-bencana-ekologis-fim-pii-gelar-seminar-di-unika-soegijapranata?page=all.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori

Share:

More Posts

Send Us A Message