Matching Fund Kedaireka Kemendikbudristek, Unika Ciptakan Startup Nusa untuk Kembangkan Desa Wisata

Perkembangan pariwisata sangat pesat di beberapa dekade terakhir, khususnya sebelum pandemi Covid-19 melanda. Hal itu karena menjadi sumber devisa negara dan peningkatan ekonomi. Begitu juga dengan desa wisata yang mana diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Sehingga warga desa setempat tidak perlu berurbanisasi merantau untuk bekerja.

Desa wisata biasanya menyajikan tempat dengan konsep suasana kekhasan pedesaan. Potensi pengembangan desa wisata sangat luas, bisa meliputi atraksi, akomodasi, makanan minuman (kuliner), serta kebutuhan wisata lainnya.

Dalam rangka pengembangan desa wisata, Unika Soegijapranata mendapatkan hibah pada program Matching Fund Kedaireka 2021 Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggagas startup Nusa. Startup ini sebagai usaha peningkatan kapasitas dan promosi desa wisata sebagai aset pariwisata nasional.

“Perguruan tinggi diharapkan tidak menjadi menara gading. Riset-risetnya atau penelitiannya jangan hanya ada di publikasi jurnal dan buku saja, tetapi harus bisa sampai ke desa,” kata Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Publikasi Unika, Robertus Setiawan Aji Nugroho saat acara Kick Off Meeting Focus Group Discussion Program Pengembangan Startup Nusa secara virtual, Selasa (12/10/2021).

Startup ini merupakan wujud pemberian sumbangsih dari perguruan tinggi untuk kemajuan desa wisata dan kepentingan masyarakat.

Pada pelaksanaannya, Unika melibatkan 9 desa wisata yang menjadi mitra program yang melibatkan dosen dan mahasiswa ini.

“Kami bersyukur bahwa program ini berhasil membawa apa yang dihasilkan di universitas langsung ke desa. Maka acara ini sungguh bermakna bagi Unika Soegijapranata dan kesejahteraan masyarakat desa pada umumnya,” imbuhnya.

9 desa wisata yang menjadi mitra pada program ini meliputi Desa Wisata Kandri Kota Semarang,  Lerep Kabupaten Semarang, Pentingsari Sleman, Candirejo Kabupaten Magelang,  Hijau Jari Solah Bilebante Lombok Tengah, Karangrejo Kabupaten Magelang, Samiran Boyolali, Batulayang Kabupaten Bogor, dan Dieng Kulon Banjarnegara.

Ketua Program Pengembangan Startup Nusa untuk Peningkatan Kapasitas dan Promosi Desa Wisata, Rr MI Retno Susilorini menuturkan, beberapa masalah krusial dihadapi desa wisata terutama di masa pandemi covid yakni masalah kelembagaan, infrastruktur, promosi, income, dan keberlanjutan.

“Catatan besar yang ada dari permasalahan yang dihadapi desa wisata memerlukan solusi yang komprehensif dan terintegrasi. Tentunya, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, yaitu masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dan industri,” kata Retno.

Pada program ini, memungkinkan perguruan tinggi dan dunia usaha dan industri dapat duduk sebagai mitra sejajar yang bersama-sama memberikan kontribusi, khususnya mencari solusi atas masalah yang dihadapi desa wisata.

Menurutnya, program ini juga penting dengan melibatkan para mahasiswa sebagai aktor dari Kampus Merdeka Merdeka Belajar agar bisa berperan dan memberi dampak pada program ini.

9 desa wisata tersebut bisa digunakan sebagai sarana belajar, praktek, dan mengabdi pada bangsa dan negara melalui masyarakat yang membutuhkan, yaitu para penerima manfaat dari program ini.

Keberlanjutan desa wisata dinilai penting karena Unika memiliki pemikiran ilmiah pokok Eco-Settlement. Serta kajian tentang infrastruktur kepariwisataan, startup dan kecerdasan buatan, serta teknologi informasi yang inovatif, pelestarian lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat dan UMKM.

Startup Nusa merupakan satu sistem aplikasi yang menjembatani desa wisata dengan masyarakat umum. Sistem akan dikembangkan  ke dalam dua platform, berbasis mobile (gawai) dan berbasis web.

“Aplikasi ini menjadi salah satu media promosi bagi desa wisata, sekaligus memberikan fasilitas akses bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi,” terangnya.

Aplikasi Nusa memiliki berbagai fitur utama yaitu Nusa Map, Nusa Store, Nusa Stay, Nusa Care, Nusa Information, Nusa Mitigation, Nusa Eco-Edu, Nusa E-clinic.

Dalam Nusa Maps, bisa dilihat lokasi desa wisata yang ada. Nusa Store berisi semua UMKM yang ada di desa wisata. Nusa Stay terhubung dengan semua tempat penginapan di desa wisata dan sekitarnya.

Kemudian, Nusa Care berisi informasi mengenai desa wisata yang ramah untuk difabel, perempuan, ibu hamil, anak-anak, serta lansia.

Nusa Information terhubung dengan semua informasi yang menempel di desa wisata, juga bisa menyajikan fitur augmented reality yang aktif dalam bentuk 3D.

Pada Nusa Mitigation berisikan informasi mengenai mitigasi bencana pada kawasan desa wisata.

Lalu Nusa Women berisikan informasi mengenai pemberdayaan perempuan, UMKM di desa wisata yang dikelola kelompok perempuan, produk kebutuhan wanita dan sebagainya.

Kemudian fitur Nusa Eco-Edu di antaranya berisikan informasi tentang sekolah alam maupun edukasi lingkungan di desa wisata. Untuk Nusa E-clinic terhubung dengan jasa pendampingan atau konsultasi bagi calon desa wisata maupun desa wisata yang sudah ada terkait kelembagaan, manajemen, pemasaran, finansial, dan lain-lain.

= https://jateng.tribunnews.com/2021/10/13/matching-fund-kedaireka-kemendikbudristek-unika-ciptakan-startup-nusa-untuk-kembangkan-desa-wisata?page=all.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp
Kategori

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Share on whatsapp

More Posts

Send Us A Message