English Bahasa Indonesia

Pusat Studi Wanita

Pusat Studi Wanita (PSW) Unika Soegijapranata Semarang  berdiri pada tahun 1991, dengan  alamat  di Jalan Pandanaran 100, Semarang.  PSW ini merupakan salah satu pusat studi yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian, yaitu dari tahun 1991 sampai 2006.  Namun mulai tahun 2007,  dengan terintegrasinya Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian maka PSW Unika Soegijapranata berada di bawah naungan  LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).

Pada awal pendiriannya,  tujuan pada waktu itu adalah untuk mengkaji berbagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan dalam pembangunan bangsa dan negara. Baik diskriminasi di bidang kesehatan, ekonomi, politik dan budaya. Peran dan potensi wanita telah diakui dan dipertegas dalam GBHN 1988, tetapi masih dijumpai adanya kesenjangan dalam hal pengembangan sumber daya manusia, baik pria dan wanita. Timbulnya kesenjangan lebih disebabkan karena masih terdapat iklim sosial dan  budaya yang kurang mendukung. Di sisi lain, wanita sendiri merupakan kelompok yang tidak homogen, baik secara ekonomis, sosial, maupun kultural. Penelitian-penelitian dan kajian-kajian tentang wanita yang sudah dilakukan selama ini belum sepenuhnya mampu memberikan gambaran-gambaran terinci-terinci tentang kondisi dan masalah pengembangan sumber daya manusi. Dengan demikian masih diperlukan studi lebih lanjut tentang wanita.

Kebutuhan studi dan penelitian terhadap wanita menjadi lebih terasa bila dikaitkan dengan orientasi Universitas Katolik Soegijapranata dalam menunjang pengembangan pemukiman berwawasan lingkungan (Eko Pemukiman) yang tertuang dalam Pola Ilmiah Pokok. Berbagai studi kasus di berbagai negara yang sedang berkembang yang dilakukan oleh ILO, WHO, FAO, UNEP menunjukkan bawa sebagian besar wanita, terutama yang tinggal di pedesaan, secara langsung mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan hidup dan kemampuan mereka dalam memanfaatkan lingkungan bagi kebutuhan  hidup sehari-hari.

Memburuknya kondisi lingkungan hidup lebih dirasakan dan diderita oleh wanita dan anak-anak. Kondisi seperti ini menjadikan wanita sebagai pemegang peran penting dan yang  paling  berkepentingan dalam memelihara lingkungan hidup. Dengan demikian, upaya perwujudan peran Unika Soegijapranata dalam menunjang pembangunan berwawasan lingkungan akan lebih berarti bila ditunjang oleh keberadaan Pusat Studi Wanita yang mampu memberikan perhatian penuh terhadap masalah dan peran wanita dalam kaitannya dengan eko pemukiman. Berdasarkan latar belakang inilah Unika Soegijapranata membentuk Pusat Studi Wanita.

Berdasarkan uraian di atas maka tujuan utama PSW Unika Soegijapranata pada waktu itu adalah   Pengembangan Peran Wanita Dalam Pengembangan Pemukiman Berwawasan Lingkungan  / Eko Pemukiman. Dengan ruang lingkup kajian  diutamakan pada  masalah Interaksi Wanita dan Lingkungan Hidup pada Masyarakat Marginal.

Beberapa kegiatan penting pada tahun 1991/1992 adalah (1) penelitian tentang kebutuhan wanita pada masyarakat nelayan dan petambak dalam pengembangan pribadi dan ekonomi rumah tangga, serta penelitian masalah pembagian kerja secara seksual dalm masyarakat kota (2) diskusi panel dengan tema ”kajian Masalah Subordinasi Wanita dalam Ilmu Sosial, (3) kerjasama dengan lembana lain dalam pengembangan pustakan mengenai studi wanita yang berkaitan dengan masalah lingkungan.

Saat ini PSW Unika Soegijapranata memperluas kajiannya dengan masalah gender dan berbagai bentuk disikriminasi terhadap anak. Pada bulan April 2002, PSW Unika Soegijapranata mendirikan Women Crisis Centre (WCC). Tujuan dari WCC adalah mendampingi para perempuan yang menjadi korban kekerasan berbasis gender adalah dengan mengembalikan harga diri dan kepercayaan perempuan tersebut.

Secara umum ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Pusat Studi Wanita, seperti misalnya diskusi internal, kegiatan pengabdian dan penelitian-penelitian yang berhubungan dengan gender. Sumber dana diskusi internal adalah anggaran Universitas melalui LPPM, sumber dana penelitian adalah anggaran inyernal dari Universitas dan eksternal, seperti misalnya dari Dikti, Kopertis, Diknas. Sedangkan dana untuk pengabdian murni dari dana eksternal, yang antara lain dari Biro Kesra (2004, 2005), Biro Pemberdayaan Perempuan (2005, 2006) dan Dinas Pendidikan (2006, 2007). Dana-dana yang didapat dari instansi luar tersebut merupakan buah dari rintisan kerjasama yang telah dilakukan oleh Pusat Studi Wanita pada kurun waktu 1991-2008.

Jejaring dengan pihak-pihak luar seprti PSW/PSG di Jawa Tengah, Pemerintah Provindi Jateng maupun LSM Perempuan dan Anak di Jawa Tengah berjalan dengan baik. Dalam forum PSW/PSG, PSW Unika Soegijaoranaa sebagai lembaga, menjadi bendahara. Melalui fourum ini, PSW Unika Soegijapranata bekerjasama dengan PSW/PSG seJawa Tengah melakukan penelitian bersama (Profil) Perempuan Cacat dan Lansia di 6 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah pada tahun 2007 dan Pemberantasan Buta Huruf tahun 2008. Jejaring lain didapat melalui link yang sudah terjalin antara lembaga tersebut dan Universitas / Fakultas yang ada di Unika Soegijapranata, seperti dengan Covention Watch.

Kerjasama yang lain adalah sebagai nara sumber atau fasilitator pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan gender, seperti pelatihan  gender, sosialisasi UU PKDRT, dll. PSW juga mengadakan diskusi dengan mengundang LSM Perempuan / Anak atau isntansi lain seperti LRC-KJ HAM, PKBI, KPI. Dalam penelitian, PSW Unika Soegijaparanata sudah melakukan beberapa penelitian. Penelitian-penelitian tersebut topiknya sangat tergantung pada ketertarikan peneliti. Penelitian tentang gender yang dilakukan dengan dana eksternal terutama dari DIKTI, lebih beragam baik dari segi topik maupun peneliti (banyak juga yang bukan anggota PSW). Namun banyak penelitian tersebut yang belum di-share-kan dengan anggota PSW.

Pada tahun 2004, PSW Unika Soegjapranata pertama kali menyelenggarakan Seminar Nasional Call for Paper dengan tema Peta Ketidakadilan Gender di Indonesia. Seminar ini merupakan diseminasi hasil-hasil penelitian yang belum dipublikasikan. Dari seminat tersebut muncul masukan dari peserta untuk secara rutin melaksanakan acara serupa.

Dalam perjalanannya, kegiatan PSW mengalami pasang surut karena kesibukan para anggotanya di luar pusat studi.  Pada tahun 2010, PSW memperoleh Hibah Program Revitalisasi Pusat Studi Wanita dari Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Program ini memberi semangat anggota-anggota yang masih aktif disamping mampu mengumpulkan kembali para anggota PSW yang sebelumnya kurang aktif. Melalui program ini PSW berhasil membuat website dengan alamat http://psw.unika.ac.id

Program revitalisasi yang diselenggarakan pada akhir tahun 2010 meliputi workshop Peningkatan Kemampuan Penelitian Kebijakan berdasarkan Perspektif Gender dan Multikultarlisme, workshop Penguatan Jejaring dengan PSW/G dan dengan Pusat Studi Lingkungan dan Bencana di Propinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, D I. Yogyakarta. Selain itu, program revitalisasi juga menyelenggarakan workshop penyusunan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan pembuatan Buku Ajar yang berdasarkan keadilan berperspektif gender dan pemberdayaan perempuan. Perspektif keadilan gender ini merupakan muatan yang harus ada dalam mata kuliah yang diajarkan di lingkungan Unika Soegijapranata.

Program revitalisasi telah mendorong PSW Unika Soegijapranata menyusun Rencana Strategis (Renstra) pertama yang akan diberlakukan selama periode 4 (empat) tahun, dari tahun 2010/2011-2013/2014. Penyusunan Renstra didasarkan pada analisis SWOT, baik Analisis Lingkungan Internal (ALI) maupun Analisis Lingkungan Eksternal (ALE). terhadap kekuatan/kelebihan, kekurangan serta peluang yang ada di tubuh PSW. Rencana Strategis 2010/2011-2013/2014 juga disusun berdasarkan pada Rencana Strategis Universitas serta Pola Ilmiah Pokok Universitas yakni membangun perikehidupan yang ekologis (eco-settlement) dengan mengusung tema  penghargaan terhadap keberagaman atau kebhinekaan (pluralisme). Penetapan tema ini diharapkan menjadi kekhasan PSW Unika Soegijapranata yang berbeda dengan PSW/G lainnya di seluruh Indonesia.

Facebook Comments