Maksimalkan Segala Kesempatan dengan Sebaik Mungkin dan Sungguh- Sungguh
Teknologi Pangan / October 5, 2020

Vania Pragunadi, STP “Bertekunlah dari hal yang paling sederhana” Itulah motto hidup dari seorang Vania Pragunadi, STP sebagai salah satu alumni dari program studi Teknologi Pangan Unika Soegijapranata Semarang. Wanita tangguh ini mengambil motto hidupnya dari pengalaman-pengalaman hidup yang telah dilaluinya selama ini. Alasan wanita ini tergerak untuk memilih motto ini dikarenakan segala sesuatu yang ditekuni pasti akan memberikan hasil yang memuaskan. Wanita rupawan ini memulai perkuliahan di Unika Soegijapranata Semarang sejak tahun 2004. Dengan segala ketekunan dan kegigihan dalam menjalankan perkuliahan, Vania dapat menyelesaikan perkuliahan pada tahun 2007. Hal tersebut dapat mencerminkan seorang Vania yang dapat lulus dengan cepat, dimana hal tersebut selalu membutuhkan perjuangan dan semangat yang sangat tinggi tak lupa juga untuk selalu disertai dengan doa. Vania sungguh menekuni di bidang pangan, sehingga dia memiliki banyak pengalaman yang didapatkan selama berkuliah di Unika Soegijapranata. Salah satu hal pengalaman yang telah didapatkan oleh Vania sendiri yaitu memiliki banyak pengetahuan dasar tentang bakery di Fakultas Teknologi Pertanian. Pengalaman tersebut sangat membantu Vania dalam menekuni dan mengembangkan bisnis bakery hingga saat ini. Vania merintis bisnis Royal Cake and Bakery dari nol dan hal tersebut menjadi suatu tantangan bagi Vania. Segala tantangan selalu saja muncul saat Vania merintis bisnis bakery tersebut,…

Ilmu Dapat Diterapkan di Dunia Usaha
Teknologi Pangan / September 21, 2016

Ester Adelita, S. TP. adalah alumni Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Katolik Soegijapranata angkatan 2000 dan lulus tahun 2004 atau tepatnya pada wisuda angkatan pertama di FTP. Setelah lulus kuliah S1, Ester Adelita atau yang akrab disapa Tata ini langsung bekerja di salah satu swalayan di Semarang. Setelah setengah tahun di Semarang, Tata dipindahkan ke Bogor kemudian ke Jakarta karena adanya perluasan pasar swalayan tersebut. Di Jakarta, Tata bekerja selama 2 tahun setelah itu kembali ke Semarang. Setelah kembali ke Semarang, muncullah ide untuk membuka usaha di bidang kuliner. Pada Bulan Maret tahun 2006, mulai dirintislah Rumah Makan Rahayu dengan modal yang terbatas, ia memberanikan diri untuk mulai merambah usaha kuliner dengan membuka Restoran Rahayu di Java Mall. Dirinya mulai menekuni usaha di bidang kuliner dengan membuka cabang di Jalan Ki Mangunsarkoro 86 C beberapa bulan kemudian. Pada tahun 2009, restoran Rahayu di Java Mall ditutup sebagai gantinya  Bu Tata membuka cabang di Jalan Anjasmoro Raya 80 A. Menurutnya, banyak ilmu pengetahuan selama kuliah di FTP yang dapat diterapkan dalam dunia usaha, antara lain bagaimana mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, ilmu tentang sanitasi dan kebersihan yang dapat mendukung usahanya, mata kuliah “Industri Jasa Boga” yang mempelajari tentang tata cara…