Menghargai Orang Lain melalui Organisasi

February 16, 2021

image FX. Ryo Sandega, SS

Merupakan salah satu alumni dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unika Soegijapranata program studi Sastra Inggris. Pria ini memulai studinya di FBS Unika Soegijapranata pada tahun 2014. Kemudian, ia lulus pada tahun 2019.

FX. Ryo Sandega, SS mengatakan bahwa motto hidupnya adalah enjoy the process. “Karena, menurut saya, di dalam hidup ini tidak ada jalan pintas. Harus ada proses karena memang hidup ini penuh dengan proses. Penuh dengan pasang surut. Ya jadi nikmati saja”, ucap pria kelahiran kota Semarang ini.

Selama menempuh studi di FBS Unika Soegijapranata, FX. Ryo Sandega, SS pernah berkontribusi sebagai ketua dalam Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat fakultas. Kemudian, pria ini juga pernah terlibat dalam Senat tingkat fakultas sebagai bendahara. Selain itu, ia juga pernah berpartisipasi sebagai anggota dalam Gratia Choir Unika Soegijapranata.

“Pengalaman tersebut mengajarkan saya untuk lebih menghargai tiap langkah yang kita dan orang lain tempuh, pengalaman untuk bisa berkomunikasi dengan baik; berbicara di depan umum, presentasi, berunggah-ungguh, tata krama, dan lain – lain. Pengalaman untuk bersosialisasi dan memberikan dampak sosial yang positif yang dimana pengalaman tersebut banyak saya dapat selama berorganisasi yang kerap kali diaplikasikan saat bekerja. Pengamalan di akademik pun juga sangat berharga karena bangga dan senang memiliki banyak dosen yang berjiwa mahasiswa, mudah bergaul, humoris, selalu mendukung mahasiswanya dalam suka maupun duka. Last but not least, secara tidak sadar saya belajar mengenai attitude yang tidak kalah penting selama berorganisasi karena negara ini banyak orang kaya harta tapi miskin attitude”, jelas pria yang lahir pada 3 Desember 1995.

Sejak Maret 2018 hingga September 2019, FX. Ryo Sandega, SS, pernah berprofesi sebagai seorang Barista, Coffee Master, District Coffee Master di salah satu coffee shop yang populer di Semarang.

Tidak lupa, FX. Ryo Sandega, SS menyampaikan pesannya untuk seluruh mahasiswa Unika Soegijapranata. “Tidak usah terlalu muluk-muluk beresolusi untuk menjadi orang hebat kalau buang sampah pada tempatnya saja masih susah, mengantri saja masih susah, menghargai dan menjadi pendengar yang baik bagi orang lain saja masih susah, atau tidak punya unggah-ungguh”, tandas pria yang pada Januari 2020 ini bekerja sebagai Supervisor di Gojek Indonesia yang berlokasi di Semarang.


Telah diterbitkan dalam buku “Profil 101 Alumni Unika Soegijpranata” dari hasil penjualan buku tersebut dipergunakan untuk beasiswa DUTA (Dukungan Kita)

buku terbitan   SCU Knowledge Media


Facebook Comments