Jadikan Diri Kita Adaptif dan Inovatif

January 8, 2021

image

Briliant Adhi Prabowo, S.T., M.Eng., Ph.D.

The comfort zone is one of the deadliest poisons.” menjadi motto hidup yang dipegang teguh oleh Briliant Adhi Prabowo, S.T., M.Eng., Ph.D., salah seorang alumni program studi Teknik Elektro yang lulus tahun 2005. Pria yang akrab disapa Briliant ini sekarang tinggal di Portugal karena ia tengah menjadi peneliti di INL – International Iberian Nanotechnology Laboratory.

Semasa kuliah Briliant aktif dalam kegiatan organisasi dan juga akademik. Ia selalu berusaha untuk dapat membagi waktu antara bergaul dan bersosialisasi dengan kawan-kawannya. Ia sendiri aktif di BEM, Senat, dan Kongres Mahasiswa di tingkat universitas. Ia juga selalu bertanggung jawab atas hal akademiknya agar selalu dapat memberikan yang terbaik.

“Tidak mudah memang untuk membagi waktu dan energi untuk beberapa hal tersebut, namun di situlah kita belajar manajemen yang dimulai untuk diri sendiri. Yang kedua, dengan bergaul dan berorganisasi, kita belajar berpikiran terbuka, menerima perbedaan pendapat, menerima bahwa setiap pribadi kawan-kawan kita itu unik. Nilai berpikiran terbuka ini semakin jauh tanpa disadari membentuk kepribadian yang selalu dapat menerima hal baru, baik filosofi, lingkungan, ilmu baru, tempat kerja baru, bahkan budaya kerja yang baru. Sehingga menjadikan diri kita adaptif dan inovatif dalam berbagai tantangan hidup dan tantangan kerja setelah kuliah,” jelas Briliant.

Pada saat aktif mengerjakan tugas akhir, Briliant juga sambil bekerja paruh waktu di sebuah warnet terbesar di Semarang waktu itu, Yahoo!. “Sama seperti fresh graduate pada umumnya, begitu lulus, saya menjadi job hunter dan masih belum menemukan di mana passion saya dalam bekerja,” ungkapnya. Briliant pernah menjadi sales di perusahaan makanan, di Surabaya (Marga Nusantara Jaya, anak perusahaan Konimex), lalu berpindah menjadi seorang broadcaster di Trans TV awal tahun 2006 sampai akhir 2007.

Tahun 2008, Briliant bergabung di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sebagai seorang peneliti. Profesi barunya ini menuntut peningkatan academic credentials, sehingga Briliant yang pada mulanya job hunter beralih menjadi seorang scholarship hunter. “Setelah beberapa kali gagal mendapatkan beasiswa, pada pertengahan 2010 saya mendapat peluang beasiswa penuh, belajar Semiconductor Technology, di Asia University, Taiwan, dengan beasiswa,” tambahnya. Setelah menempuh pendidikan di sana, ia berhasil mendapatkan gelar master of Engineering dengan predikat summa cum laude dan sebagai lulusan terbaik. Dalam proses tersebut, ia menemukan passion nya dalam dunia sains dan teknologi.

Setelah itu, Briliant memilih melanjutkan program studi doktoral di Chang Gung University, Taiwan, Department of Electronics Engineering. Bidang riset yang ditawarkan sama sekali baru baginya, Biosensors untuk deteksi berbagai molekul biologi dan biomarker, seperti Mycobacterium tuberculosis, Enterovirus 71, dan DNA. Dengan kebulatan tekad, ia menerima tantangan tersebut, dan pada akhirnya ia mendapat gelar Ph.D., juga dengan predikat summa cum laude sebagai lulusan terbaik tahun 2017. Dengan predikat tersebut, Ia dianugerahi sebagai Honorary Member, Phi Tau Phi Scholastic Society of Republic of China.

Akhir 2017, Briliant kembali ke tanah air dan mengembangkan penelitian biosensor dan teknologi nano dengan berbagai skema kerja sama di dalam dan luar negeri. Pada akhirnya tahun 2019, Ia bergabung di INL – International Iberian Nanotechnology Laboratory, Portugal, untuk melanjutkan penelitian biosensor untuk deteksi biomarker stroke. “Pengalaman pekerjaan yang beragam, di lingkungan yang beragam, dengan budaya kerja yang berbeda-beda di dalam dan luar negeri, memberikan paradigma baru bagi saya dan keluarga tentang makna kehidupan, tentang masa depan, dan tentang kontribusi kecil kita untuk dunia yang lebih baik.”

Terakhir, Briliant berpesan bagi seluruh mahasiswa, “Kehidupan itu dinamis, sehingga kita harus adaptif dan fleksibel dalam menghadapi setiap langkah kehidupan kita. Jangan mudah menyerah dan puas dengan apa yang sudah kita capai, karena pada hakikatnya talenta yang sudah diberikan Tuhan untuk kita, wajib untuk kita lipat gandakan.”


Telah diterbitkan dalam buku “Profil 101 Alumni Unika Soegijpranata” dari hasil penjualan buku tersebut dipergunakan untuk beasiswa DUTA (Dukungan Kita)

buku terbitan   SCU Knowledge Media


Facebook Comments