Hidup Bermanfaat bagi orang lain

October 27, 2020

image

Moeljanto

Mungkin itulah yang menjadikan diri Moeljanto seperti sekarang ini. Seorang alumni dari Unika Soegijapranata yang sekarang menjadi salah satu tokoh penting dalam masyarakat. Pria kelahiran 16 Juni 1970 ini sekarang menjabat sebagai seorang camat di Kecamatan Candisari Semarang. Suatu kebanggaan jika kita melihat bahwa sekarang ini Alumni Unika mampu bersaing dan bahkan menjadi seorang pemimpin dalam masyarakat. Pria yang merupakan alumni dari SMA N 1 Semarang ini merupakan salah satu camat terbaik di daerah Semarang. Kegigihan serta ketulusan hatilah yang membawanya sampai kepada kesuksesan sekarang ini.

Menjadikan Unika Soegijapranata sebagai langkah awal untuk menuntun jalan menggapai kesuksesan adalah suatu pertaruhan bagi diri Moeljanto. Di tahun 1988 adalah tahun dimana Unika Soegijapranata baru merintis kembali karir dalam dunia pendidikan setelah dulu mengalami krisis ketika masih dalam naungan Atmajaya. Beliau masih ingat betul bagaimana sulit dan sukar ketika menjali masa perkuliahan. Di kala itu dalam tingkat universitas ada 3 tingkatan untuk mengetahui esistensi suatu universitas. Yang pertama adalah terdaftar, kedua adalah diakui,dan yang ketiga adalah disamakan.

Bagi dirinya Unika memberi pesan yang sangat berarti dimana Moeljanto masuk degan status bahwa Unika masih dalam tingkat terdaftar dan lulus sebagai tingkat disamakan. Ia juga harus masih ingat tentang memori dimana ia dan teman-teman yang lain harus mengikuti 2 kali ujian untuk lulus dalam satu mata kuliah. Ujian dari Universitas dan ujian dari negara. Hal lain yang ia ingat adalah kebersamaan dengan teman serta dosen. Kala itu satu angkatan mungkin hanya diisi 88 orang. Dan hal itu membuat intensitas dan kekeluargaan menjadi sangat tinggi antar mahasiswa dan antar dosen. Menjadi seorang pemimpin adalah suatu hal yang dulu pernah ia pelajari memalui organisasi mahasiswa di Unika. Menjadi ketua senat dalam 3 periode menjadikan diri Moeljanto sebagai seorang yang toleransi,disiplin,dan tidak egois.

Lulus tahun 1994 adalah awak kesuksesan bagi camat yang satu ini. di awal tahun 1995 Moeljanto mengikuti tes CPNS(calon pegawai negeri sipil) dan ia lolos dengan predikat yang memuaskan. Kisah kesuskseannya pun ia lalui dengan penuh kedisiplinan dan keihklasan untuk melayani masyarakat. Dari mulai menjadi staff selama 4 tahun di Kabupaten Blora sampai menjadi lurah di 4 wilayah di daerah Semarang sudah pernah ia lalui dengan kegigihan dan tekad yang kuat. Saat ini Moeljanto sudah menjadi Camat Candisari selama hampir 7 tahun lamanya.

Berbagai penghargaan pun mulai mengiringi kisah suksesnya. Salah satunya adalah Penghargaan Satyalencana Karya Satya( pemerintah memberikan penghargaan kepada PNS yang di anggap memberikan kinerja yang baik serta bisa menjadi teladan dan mengabdi diri tanpa putus selama lebih dari 20 tahun dan tanpa ada hukuman disiplin). Dan Moeljanto juga pernah menerima Pin Penghormatan Pamong Praja Wicaksana (camat dengan kinerja sangat memuaskan) dari Kementrian Dalam Negeri.

Menjadi seorang camat adalah hal yang tidak mudah. Banyak sekali tantangan dan rintangan yang dialami Moeljanto. Namun integritas dan kualitas dalam dirinya lah yang membawanya terus bertahan sampai sekarang ini. Moeljanto membagikan kunci kesuksesannya kepada generasi muda sekarang ini. Kita harus memiliki sifat yang jujur dan dapat di percaya. Integritas adalah yang terpenting dalam membangun kerjasama tim dalam bekerja. Dan yang terakhir melakukan semua pekerjaan dengan Ikhlas dan tulus agar dapat memberikan hasil yang memuaskan.


Telah diterbitkan dalam buku “Profil 101 Alumni Unika Soegijpranata

buku terbitan   SCU Knowledge Media


Facebook Comments