English Bahasa Indonesia

BEDAH BUKU “MENDIDIK PEMIMPIN DAN NEGARAWAN”

Dialektika Filsafat Pendidikan Politik Platon dari Yunani Antik hingga Indonesia

Rabu, 3 Desember 2014
Pk. 14.00 – 17.00 WIB
Ruang Theater Lt. 3
Gedung Thomas Aquinas Kampus Unika Soegijapranata
Diselenggarakan oleh:
UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG
bekerjasama dengan
Indonesia Contemporary Art Network, DJARUM foundation

Sekretariat:
Gedung Mikael Lt. 3 Kampus Unika Soegijapranata
Jl. Pawiyatan Luhur IV No. 1 Bendan Duwur
Semarang 50234 Tlp. (024) 8441555 ext. 1447/1450 Fax. (024) 8445265

LATAR BELAKANG
Filsafat sejatinya merupakan kebutuhan semua orang. Namun filsafat yang dipahami oleh banyak orang adalah sebuah ilmu yang mengawang‐awang dan tidak membumi sehingga perlu disederhanakan. Agar mudah dipahami Filsafat harus dibahasakan secara popular dan dikaitkan dengan keadaan yang terjadi sekarang dalam wilayah geografis tertentu. Filsafat memberikan landasan berpikir setiap individu untuk mencari tahu apa saja yang dibutuhkan dan dicita-citakan. Filsafat bisa dilihat sebagai pijakan pemikiran dan juga dapat diyakini sebagai tuntunan jalan kebenaran. Sampai saat ini Platon dianggap sebagai filsuf terbesar dan paling berpengaruh disegala zaman. Platon masih menjadi inspirasi bagi para filsuf dalam karya karyanya.

Di negara Barat, Platon tak pernah dilupakan. Ia diangkat kembali oleh para filsuf besar Islam dan menyuburkan filsafat di Eropa Abad Pertengahan. Sedikit orang yang tahu bahwa Platon memengaruhi filsafat Jawa. Pembaru besar  pemikiran Platon, Plotinos (205‐270 M), sangat berpengaruh pada kaum Sufi dan kaum Sufi membawa Platon dalam pakaian Plotinos sampai ke Jawa.

Setyo Wibowo dan Haryanto Cahyadi, yang menulis buku tentang Platon, mampu  menunjukkan betapa aktualnya pemikiran filsuf terbesar segala zaman yang hidup 2500 tahun lalu itu bagi kita di abad ke‐21. Saat bangsa Indonesia dalam situasi nir pemimpin dan tokoh negarawan yang bisa  menjadi panutan, kedua penulis menyajikan pemikiran Platon tentang bagaimana kita dapat memperoleh pemimpin yang bermutu.

TUJUAN
Tujuan acara ini adalah untuk memberikan wawasan tentang filsafat pendidikan politik untuk mendidik subjek didik atau calon pemimpin sejati yang dibutuhkan dalam sistem demokrasi di Indonesia.

ULASAN SINGKAT BUKU
Buku ini dapat membuat kita menjadi kagum atas aktualitas pemikiran politik Platon. Waktu Platon menulis buku Politeia (negara) –yang barangkali buku terpenting dan terkaya Platon– ia mengalami keadaan yang cukup mirip dengan yang kita alami. Demokrasi Athena kacau‐balau karena disandera oleh elite‐elite yang korup. Dalam situasi ini, Platon mengembangkan konsepsinya tentang pendidikan yang bisa melahirkan pemimpin negara yang baik. Menurut Setyo Wibowo, Platon menghadapi dilema. Tidak setiap orang berbakat menjadi pemimpin. Memberikan pendidikan kepada semua dianggap sia-sia.

Tetapi, kalau pendidikan diberikan kepada mereka yang sudah terseleksi, pendidikan menjadi eliter.

Judul:
Mendidik Pemimpin dan Negarawan: Dialektika Filsafat Pendidikan Politik Platon dari Yunani Antik Hingga Indonesia

Penulis:
A. Setyo Wibowo dan Haryanto Cahyadi

Penerbit : Lamalera, Yogyakarta, 2014

Tebal : xvi+392 halaman

ISBN : 978‐979‐25‐4845‐6

Buku ini bisa merangsang untuk  memikirkan kembali dasar-dasar kekuasaan politik yang sesuai dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, juga karena itu merupakan sumbangan penting bagi Indonesia.

12

Facebook Comments