English Bahasa Indonesia

Bangga Berkembang Bersama Unika

Perkembangan sebuah perguruan tinggi tidak lepas dari usaha-usahanya untuk melestarikan nilai-nilai kebaikan di dalam masyarakat. Tidak terkecuali bagi Unika Soegijapranata yang lahir pada 5 Agustus 1982. Kampus ini terus berupaya melakukan transformasi dengan sebaik-baiknya agar dapat menjaga dan mewujudkan nilai-nilai luhur di dalam dirinya dan masyarakat sekitarnya, sesuai dengan perkembangan jaman yang ada. Tujuannya agar bisa berbuah berkah yang berdaya ubah bagi masyarakat dan lingkungannya. Selain dalam wujud scholarly society, kita juga dapat melihatnya dalam beberapa hal di bawah ini:

#Inclusive Society

Kampus ini telah lama dikenal oleh banyak orang sebagai “Indonesia Mini” dengan mahasiswa dan dosen yang berasal dari beragam daerah, suku, maupun agama/kepercayaan dari ujung Barat sampai ke ujung Timur Indonesia. Berbagai cerita viral terkait praktek nyata toleransi antar mahasiswa, ikatan persaudaraan lintas perbedaan, dan masyarakat yang inklusif sering beredar dan kita temukan di media sosial. Bukan hanya itu, penyediaan fasilitas untuk penyandang difabel juga menjadi prioritas dan keberpihakan. Sehingga sampai sekarang akses disabilitas terus ditambah dan terhubung antar satu gedung dengan yang lain. Bahkan tercatat, banyak mahasiswa difabel juga ikut menjadi mahasiswa yang berprestasi di kampus ini. Kehidupan kampus yang inklusif telah menjadi bagian dari sejarah kampus ini.

 

#Paperless Society

Sejak tahun 2011, surat-menyurat di antara pejabat struktural telah bergeser dari yang semula berbasis kertas (paper-based) menjadi elektronik yang paperless. Bahkan sejak tahun 2014, semua administrasi yang terkait dengan akademik, yaitu proses cuti kuliah atau aktif kembali, kebutuhan akan surat keterangan aktif sebagai mahasiswa atau sudah lulus, maupun legalisir transkrip atau ijazah, sudah dapat dilakukan secara digital hanya dalam hitungan detik saja melalui Sistem Informasi Terpadu Akademik (Sintak). Sejak itu, Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) juga sudah dapat dilakukan secara online dan tidak lagi menggunakan kertas. Di tahun 2017, presensi kehadiran perkuliahan telah menggunakan QR Code dan berbasis lokasi (location-based). Berkas-berkas kegiatan kemahasiswaan juga telah bergeser menjadi paperless.

#Green Society

Lebih luas dari paperless, Unika Soegijapranata dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Eco-Settlement yang melandasi arah pendidikan dan pengembangan intelektual seluruh sivitas akademika, telah membuat kampus ini menjadi salah satu penggerak dalam aktivitas yang berpihak pada lingkungan hidup dan masyarakat. Di dalam kampus, suasana yang hijau dengan setiap bangunannya dibangun berdasarkan kontur tanah, telah menjadikan Unika Soegijapranata sebagai tempat yang nyaman, rindang, dan asri untuk beraktivitas sehari-hari. Gerakan anti-styrofoam, penggunaan tumbler, penyediaan dispenser air minum, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dan penanaman pohon di dalam kampus, telah menjadi bagian dari kebijakan di universitas ini. Lingkungan hidup yang ramah merupakan amanat dari Paus Fransiskus di dalam ensiklik Laudato Si. Kampus ini secara khusus memiliki program studi terkait lingkungan mulai dari Strata-1 (S1) atau program Sarjana sampai dengan Strata-3 (S3) atau program Doktor.

 

#Cashless Society

QRPaySejak tahun 2010, kampus telah menggunakan Virtual Account (VA) untuk semua administrasi keuangan yang terkait dengan perkuliahan sehingga setiap mahasiswa dapat memeriksa status keuangannya melalui akun Sintak masing-masing. Pada tahun 2019, kantin-kantin kampus juga telah menyediakan QRIS (QR code Indonesian Standard) untuk pembayaran menggunakan e-wallet dan aplikasi e-banking untuk mendukung gerakan cashless di Indonesia. Bahkan pada tahun 2020, QRIS yang dinamis (dynamic QRIS) telah diterapkan di kampus untuk Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB), Pendaftaran Wisuda, dan Pembayaran Denda di Perpustakaan. Dengan demikian, pembayaran dengan QR code yang dilakukan akan langsung terhubung secara otomatis ke akun PMB, Wisuda, dan Perpustakaan masing-masing mahasiswa.

 

#Digital Society

Perkembangan kampus ini juga tidak lepas dari masyarakat yang adaptif dengan perubahan, terutama dalam hal teknologi digital. Berbagai inovasi digital yang dikembangkan di kampus ini telah dimulai sejak tahun 2000 melalui digitalisasi nilai perkuliahan, dan dilanjutkan dengan pembelajaran digital menggunakan e-learning, pendaftaran Kartu Rencana Studi (KRS), dan evaluasi perkuliahan di tahun 2011. Pada tahun 2013, aplikasi-aplikasi berbasis ponsel cerdas juga dikembangkan untuk melayani civitas akademika terkait dengan kabar kampus, akses ke sistem informasi akademik, sampai rekam jejak kegiatan kemahasiswaan. Selanjutnya mulai 2017, berbagai digitalisasi dikembangkan untuk meningkatkan layanan kepada mahasiswa, penjaminan mutu, dan keberpihakan pada lingkungan, Cyber Learning yang lengkap dengan fitur anti-plagiasi menjadi bagian dari perkuliahan dan penugasan serta keberadaan Massive Open Online Course (MOOC) menjadi bagian dari inclusive education dan kemerdekaan dalam belajar seperti yang dimaksudkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

Big Data, Artificial Intelligence, dan Internet of Things (IoT) telah dimanfaatkan di kampus ini. Tercatat, keberadaan Vanika (Virtual Assistant Unika), Dimas (Dashboard Informasi Mahasiswa), Duta (Dukungan Kita), Hani (Halo Alumni), Delta (Dokumentasi Elektronik Tugas Akhir), Stela (Simulator Teknologi Pembelajaran), Holy (Hologram Library), dan Speda (Studio Pembelajaran Digital) telah mewarnai kehidupan masyarakat kampus di tahun-tahun tersebut. Usaha ini mendapatkan penghargaan “Digital Innovation in Education Services” dari Jawa Pos di tahun 2019.

 

Facebook Comments